Peradaban

Peradaban adalah sebuah perkembangan tentang kehidupan di muka bumi ini, 
Terkadang bisa hilang berganti atau dapat beradaptasi.
Namun sebagai warisan leluhur disebutkan hendaknya tetap dilestarikan. 
Dengan demikian, peradaban manusia akan dapat dibangun lebih baik dan lebih maju. 
Oleh sebab itu, disebutkan bahwa lontar sebagai naskah kuno dengan berbagai tradisinya yang masih hidup di Bali perlu terus dilestarikan, dipelihara, dan bahkan dikembangkan sesuai dengan tuntutan kemajuan iptek dan perkembangan zaman.
Menurut Veda, sang waktu bergerak ke depan secara spiral atau bersiklus dengan pola sama sejak Brahma lahir diatas bunga Padma yang tumbuh dari pusar Visnu.
Ini berarti bahwa secara periodik pola dan suasana kehidupan serupa terjadi berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam semesta material tercipta.
Ada 4 (empat) siklus masa (jaman) atau Catur Yuga yang datang dan berlalu silih berganti bagaikan pergantian empat musim dalam perjalanan sang waktu sampai saat pralaya (kiamat) alam material kelak

Jadi menurut Veda, 
Peradaban manusia muncul dan lenyap berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta. 
Dikatakan bahwa peradaban manusia pada masa Kali-Yuga sekarang adalah peradaban terkasar, terrendah dan terkebelakang karena dilandasi kesadaran yang didominasi sifat alam rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan).

Dengan kata lain, peradaban manusia modern Kali-Yuga sekarang adalah peradaban paling rendah karena berpondasi avidya, kegelapan spiritual
Manusia beranggapan bahwa materi adalah asal-mula segala sesuatu dan juga sumber kebahagiaan.
Bukti-bukti yang mendukung tentang siklus waktu yang dipaparkan dalam Veda dapat kita temukan dalam semua peradaban suku bangsa kuno (China, Persia, Mesir, India, Yunani dan suku-suku Indian Inca, Aztek dan Maya, dan sebagainya) menyatakan bahwa perjalanan sang waktu bersiklus. 
Plato dan Aristoteles berkata bahwa peradaban manusia telah muncul dan lenyap berkali-kali dimasa silam dalam perjalanan sang waktu.
Dalam bukunya berjudul “Critias”, Plato mengutip kata-kata seorang pandita Mesir kepada Solon, “Banyak peradaban telah lenyap dimasa lalu, dan nanti akan terjadi lagi kehancuran peradaban manusia karena berbagai sebab”.
Menurut Veda, 
Peradaban manusia hancur karena sifat rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan) mendominasi kesadaran penduduk sehingga mereka berperangai buruk dan jahat (asuri-sampad).
Akibatnya, kegiatan pemuasan indriya mereka yang berlebih-lebihan merusak Bumi tempat tinggalnya sendiri. Mereka saling bermusuhan dan berkelahi (berperang) dalam ikhtiarnya menikmati kesenangan duniawi sepuas-puasnya.
Beraneka-macam sisa peninggalan artefak (bangunan, patung, dan lain-lain) purba ditemukan diberbagai tempat di muka Bumi.
Semuanya adalah bukti bahwa manusia beradab telah pernah hidup di Bumi ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun yang lalu.
Demikianlah diceritakan dalam kutipan artefak misterius terkait sejarah Lemurian Atlantis dimana suku-suku bangsa kuno itu juga telah mengenal konstelasi/rasi bintang dalam sebuah kalender seperti rasi Scorpio (yang hanya bisa dilihat dengan telescop amat kuat atau canggih).
Sungguh mengherankan, peradaban suku-suku bangsa kuno (sebelum jaman keemasan Yunani Purba dan Romawi) telah begitu maju. 
Sebab mereka telah memiliki pengetahuan astronomi dan matematika tinggi, perhitungan waktu, ukuran Bumi dan pengetahuan tentang sistem tata surya. 
Sebagai tambahan beberapa peradaban manusia disebutkan sebagai berikut : 
  • Adanya kalender saka dengan rumus perhitungan wariga dalam kalender Bali biasanya digunakan untuk mencatat setiap kejadian dalam sebuah peradaban seperti halnya : 
  • Petunjuk tertua mengenai lingga yoni yang terdapat pada ajaran tentang Rudra Siwa juga telah terdapat dihampir semua kitab suci agama Hindu, malah dalam berbagai penelitian umat oleh arkeolog dunia diketahui bahwa konsep tentang Siwa telah terdapat dalam peradaban Harappa yang merupakan peradaban pra-weda dengan ditemuinya suatu prototif tri mukha yogiswara pasupati Urdhalingga Siwa pada peradaban Harappa. (Agastia, 2002 : 2) kemudian pada peradaban lembah Hindus bahwa menurut paham Hindu, lingga merupakan lambang kesuburan. 
  • Peradaban pra-weda yang dibangun oleh bangsa Troya dengan ditemuinya suatu prototif tri mukha yogiswara pasupati Urdhalingga Siwa pada peradaban Harappa tersebut
***

Daftar Bacaan Terlengkap & Terpopuler di Bali