Trisula

Trisula adalah perlambang kesatuan Tri Guna yang berbentuk tombak bergigi tiga yang sebagaimana disebutkan :
Trisula yang posisinya di kaja kangin (timur laut) tersebut dalam sebuah kejadian aneh di Pura Goa Lawah ---------- Ular Duwe ''Padem'', Muncul Trisula dan Dupaastra sebagaimana dikutip dalam sumber berita di BaliPost, diceritakan
  • Saat Jero Mangku bersama sejumlah tokoh agama serta masyarakat setempat menggelar upacara mepralina di Pura Goa Lawah karena ada seekor ular duwe padem (mati) persis di depan mulut goa.
  • Setelah digelar upacara itulah, tiba-tiba muncul trisula persis di tempat padem-nya ular (depan goa) dan pajenengan dupaastra di segara tempat digelarnya upacara nganyut. 
Melihat keajaiban tersebut, Jero Mangku kembali menggelar upacara guru piduka dengan sarana upacara berupa suci, pemendak dan sayut. ''Sedangkan upacara yang lainnya, kami belum berani,'' katanya seraya mengatakan bahwa saat ini, kedua benda tersebut masih tersimpan di gedong penyimpanan yang nantinya akan dilakukan upacara nyejer selama tiga hari.

Ditambahkan,
sebelum adanya kemunculan itu, Jero mangku mengaku tidak mendapat firasat apa-apa. Apalagi, kejadian seperti itu dikatakan sudah terjadi untuk kedua kalinya. ''Tidak ada firasat apa-apa yang saya rasakan. Termasuk juga kemunculan itu merupakan pertanda apa,'' saya belum berani memastikan,'' katanya dalam Bahasa Bali.

Sementara itu, seorang penekun spiritual menyebutkan, ketika dimintai komentarnya terkait kemunculan itu, mengungkapkan
munculnya senjata trisula yang juga merupakan senjata Dewa Siwa sebagai peristiwa atau gejala yang langka. Kemunculan itu bisa dikatakan sebagai pertanda bahwa Pura Goa Lawah sebagai salah satu pura terbesar di Bali, sampai saat ini belum pernah dilakukan upacara besar, seperti, karya mamungkah, ngenteg linggih dan mendem pedagingan.
Trisula atau serampang sebagai salah satu senjata tradisional Bali dikatakan dalam bahasa sansakerta disebut juga sebagai trishul yang merupakan tombak bermata tiga.
Yang mana secara harfiahnya sendiri berarti tiga tombak. Trisula sendiri juga merupakan senjata dari Dewa Siwa.
Yakni salah satu dari Trimurti yang sering disembah pada kejayaan kerajaan Hindu – Budha baik di Jawa maupun di Bali.
Itulah senjata tradisional Bali yang sampai sekarang masih dipertahankan ke eksisannya. Selain itu masih juga dipertahankan kesakralannya karena mengandung filosofis yang sangat tinggi.
Maka dari itu sangat penting sekali untuk menjaga serta melestarikannya sebagai warisan leluhur tanah air.
***