Bubuh

Bubuh disebutkan penggunaannya :
Tumpek bubuh ditandai dengan tradisi membuat bubuh atau bubur dimana dalam WiracaritaBali, makna bubuh/bubur pada perayaan tumpek bubuh disebutkan Bubur merupakan lambang kesuburan. 
Pada Perayaan Tumpek Uduh / Wariga khususnya memang dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas anugerah kesuburan yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga segala macam tumbuhan bisa tumbuh dengan baik. 
Tumbuh-tumbuhan itu yang kemudian menjadi sumber kehidupan utama bagi umat manusia.
Dibuat dalam dua warna sebagai simbol purusa dan pradana dimana penyatuan kedua unsur itu menyebabkan lahirnya kehidupan.
  • Bubur berwarna barak / merah merupakan lambang purusa (maskulin); 
  • sedangkan bubur berwarna putih merupakan lambang pradana (feminim). 
Dan dalam beberapa penggunaan yadnya lainnya disebutkan penggunaannya :
***